Rabu, 18 Feb 2026

Sidak Bareng Bupati, Kapolres Jadi Garda Depan Kawal Stabilitas Pasar

abdhe
18 Feb 2026 04:02
Sidrap 0 7
2 menit membaca

SIDRAP, detik9.com – Jika biasanya sidak identik dengan kepala daerah, kali ini sorotan justru tertuju pada Kapolres Sidrap. Rabu pagi (18/2/2026), di sela inspeksi mendadak jelang Ramadan 1447 Hijriah di Pasar Sentral Pangkajene, figur berseragam cokelat itu tampil dominan. Fantry Taherong bukan sekadar mendampingi. Ia memimpin pengawasan lapangan.

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif memang hadir dan menyapa pedagang seperti biasa. Namun pengamanan distribusi, deteksi potensi penimbunan, hingga komunikasi dengan pedagang besar banyak diambil alih Kapolres. Pesannya lugas: Ramadan bukan ruang bermain bagi spekulan.

Fantry menyisir lapak beras dan minyak goreng dengan pertanyaan yang terstruktur. Dari mana pasokan? Berapa stok tersisa? Kapan kiriman berikutnya? Ia bahkan meminta jajaran Satreskrim dan unit intel untuk mencatat potensi anomali harga.

“Kami tidak ingin ada panic buying atau permainan distribusi. Jika ditemukan indikasi penimbunan, kami tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Menurut Fantry, stabilitas harga bukan hanya isu ekonomi, tapi juga kamtibmas. Lonjakan harga menjelang Ramadan bisa memicu keresahan sosial. “Tugas kami memastikan rasa aman itu nyata, bukan sekadar slogan,” katanya.

Ia memastikan Satgas Pangan Polres Sidrap sudah siaga penuh. Pengawasan tidak hanya di pasar, tetapi juga di gudang distributor dan jalur distribusi antarwilayah. “Kami akan patroli distribusi. Jangan sampai ada yang coba-coba menahan barang demi menaikkan harga,” tandasnya.

Kehadiran aparat yang aktif berdialog dengan pedagang membuat suasana pasar terasa berbeda. Bukan intimidatif, tapi tegas. Sejumlah pedagang mengaku lega karena merasa ada kepastian.

Sementara itu, Kadis Perindag Sidrap Muh Fajrin Salman menyebutkan, hasil pemantauan sementara menunjukkan harga masih relatif stabil. Cabai dan telur mengalami kenaikan tipis, namun belum signifikan.

“Kami koordinasi intens dengan Polres. Kalau ada gejala lonjakan tak wajar, kita langsung intervensi,” ujar Fajrin.

Kepala UPT Pasar Sentral Pangkajene, Asri, juga mengapresiasi langkah Kapolres. “Dengan pengawasan dari kepolisian, pedagang merasa lebih tertib dan aman. Ini memberi efek psikologis positif,” katanya.

Di sela sidak, Bupati Syaharuddin Alrif sempat memborong sejumlah bahan pokok dan membagikannya kepada ibu-ibu rumah tangga. Namun di balik aksi simpatik itu, pesan yang lebih kuat justru datang dari sisi keamanan: negara hadir, dan aparat berdiri di depan.

Di Sidrap, menjelang Ramadan, pasar bukan lagi zona abu-abu. Polisi sudah pasang badan. Spekulan? Lebih baik pikir dua kali.(*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x